Risiko Gagal Ginjal

Risiko Gagal Ginjal

 Jangan anggap enteng jikalau kamu  mendadak loyo Risiko Gagal Ginjal
Jangan anggap enteng jikalau kamu mendadak loyo, terasa gatal di bagian tubuh dengan lokasi tak jelas, dan sebahagian tubuh merasakan bengkak. Bisa jadi kamu merasakan gagal ginjal. Cegah penyakit ini sebelum terpaksa menjalani cuci darah atau transpsesudah itui.

Gagal ginjal ialah suatu penyakit saat fungsi organ yang mirip kacang polong berwarna merah gelap ini merasakan penurunan. Dr dr Budiman SpPD, staf Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, mengungkapkan ada sejumlah fungsi ginjal. Pertama, sebagai sintesa hormon, yakni mengatur tekanan darah dan stimulasi produksi eritrosit (eritropoitin).

Kedua, mengatur keseimbangan asam basa melalui pengeluaran urine yang asam atau basa. Ketiga, mengatur keseimbangan air dan mineral atau mengontrol intake dan sekresi air dan mineral seperti natrium, kalsium, kalium, dan klorida. Keempat, sebagai ekskresi bahan-bahan produk campakkanan, seperti urea, asam urat, sulfat, dan kreatinin.

Dalam dunia medis, ada dua macam gagal ginjal, yakni akut dan kronis. Gejala ginjal akut ditandai dengan bengkaknya bagian mata dan kaki, punggung terasa nyeri, demam, susah kencing, bahkan kencing darah.
Adapun gejala sakit ginjal kronis adalah badan terasa lemas, tak ada tenaga, mual dan muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal-gatal, nafas terasa sesak, muka pucat, dan kelainan urine. “Apabila sudah berlangsung gejala seperti itu, penderita mesti langsung ke dokter dan melaksanakan pemeriksaan labroratorium,” ujar Budiman.

Ketika berobat, secara umum dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gejala yang dirasakan. Bila betul-betul berlangsung kegagalan fungsi ginjal, akan dilaksanakan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal.

Guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium, akan dilaksanakan pemeriksaan laboratorium darah dan urine. Dalam kasus-kasus tertentu saja, tim medis akan memasang selang kateter ke dalam kantong urine.
Bila diperlukan, dilaksanakan pengambilan gambar struktur ginjal dengan CT (computed tomography) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans dan tindakan biopsi, yakni pengambilan contoh jaringan ginjal.

“Penyakit gagal ginjal tersebut seringkali dirasakan mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia,” ujar Budiman.

Penyebab Gagal Ginjal
Penyakit gagal ginjal biasanya diakibatkan sejumlah penyakit serius yang secara lambat-lambat berdampak pada kerusakan organ yang ukuran panjangnya berkisar 10-13 sentimeter dan ketebalan 5 – 7,5 sentimeter.
Ada sejumlah jenis penyakit yang bisa berdampak kerusakan ginjal, di antaranya tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, dan sumbatan pada saluran kemih. Penyakit sumbatan saluran kemih seperti batu, tumor, dan penyempitan juga menjadi pemicu gagal ginjal. Gagal ginjal juga bisa diakibatkan oleh kelainan autoimun, misalnyanya lupus eritematosus sistemik.

Dari sekian jenis penyakit pemicu, diabetes mellitus pemicu paling besar. Menurut Budiman, 45 persen penderita gagal ginjal diakibatkan oleh diabetes mellitus, 28 persen oleh tekanan darah tinggi, 9 persen oleh glomerulonephritis, dan 18 persen penyakit lainnya.

Berdasarkan data United States Renal Data System (USRDS) 2001, 45 persen penderita gagal ginjal diakibatkan oleh diabetes mellitus. Pasalnya, diabetes mellitus termasuk penyakit yang paling cepat merusak fungsi sel. Sebanyak 20 – 30 persen pasein diabetes mellitus tipe 1 dan 2 mengelami nefrosari pati pati diabetic, yakni masalah fungsi ginjal akibat kebocoran selaput penyaring darah. Diabetes mellitus telah menjadi pemicu gagal ginjal stadium akhir dan mengakibatkan satu pertiga penderitanya menjalani hemodialisis.

Kendati demikian, menurut Budiman, tak semua penderita diabetes mellitus akan menderita gagal ginjal. Factor utama penderita diabetes merasakan gagal ginjal ialah genetik dan kurang mengontrol kadar tekanan gula darah. Semakin seringkali mengontrol kadar gula darah, berkemungkinan terserang gagal ginjal akan berkurang.

Mekanisme diabetes mellitus dalam merusak ginjal diawali dengan tingginya gula darah hingga bereaksi dengan protein yang pada akhirnya merubah struktur dan fungsi sel, termasuk glomerulus. Alhasil, penghalang protein jadi rusak dan berlangsung kebocoran protein ke urine.

Oleh sebab itu, perlu dilaksanakan deteksi dini dengan cara mengukur kadar mikroalbuminuria yang ialah early warning sistem masalah ginjal. Protein urine ini ialah eksresi protein albumin nan berlebih, dicairkan dengan albumin exretion rate 30 – 300 mg/24jam, atau bisa diukur dengan rasio albumin kreatinin yang bersarnya 2,5-35 mg/mmol pada pria, dan 3,5 hingga 35 mg/mmol pada wanita.

Mikroalbuminuria diasosiasikan dengan berlangsungnya perkembangan protesinuria segede 60 – 80 persen. Jika itu tak dikontrol, dapat selesai dengan gagal ginjal. Namun jangan risau. Gagal ginjal dapat dicegah dengan cara menjaga gula darah dalam ambang batas normal.

Sebuah riset menunjukan bahwasanya kontrol ketat terhadap gula darah dapat mengurangi resiko mikroalbuminuria sampai sepertiga. Studi lain juga mengatakankan bahwasanya kontrol yang ketat bisa menurunkan kadar mikroalbuminuria. * faisal chaniago Sumber: Koran Jakarta, Tgl. 7 Agustus 2011

 Available at: http://propoliswhitepropolis.blogspot.com

Linked Posts:
Penyakit Ginjal | Penanganan Gagal Ginjal | Mengobati Infeksi Ginjal | Mengobati Gagal Ginjal

0 Response to "Risiko Gagal Ginjal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel