Kanker Payudara

Kanker Payudara

 Ini ialah jenis kanker paling  umum yang diderita kaum wanita Kanker Payudara

Kanker payudara ialah kanker pada jaringan payudara. Ini ialah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun berkemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang paling lazim ialah dengan pembedahan dan jikalau perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.

Gejala klinis
Gejala klinis kanker payudara dapat berupa:

1. Benjolan pada payudara
Umumnya berupa benjolan yang tak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, semakin lama akan semakin besar, lalu melekat pada kulit atau memunculkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.

2. Erosi atau eksema puting susu
Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (retraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d’orange), mengkerut, atau muncul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu semakin lama akan semakin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan semua payudara, seringkali berbau busuk, dan gampang berdarah. Ciri-ciri lainnya antara lain:

  • Pendarahan pada puting susu.
  • Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru muncul jikalau tumor sudah besar, sudah muncul borok, atau bila sudah muncul metastase ke tulang-tulang.
  • selanjutnya muncul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke semua tubuh (Handoyo, 1990).

Kanker payudara lanjut sangatlah gampang dikenali dengan mengetahui kriteria operbilitas Heagensen sebagai berikut:

  • terkandung edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara);
  • adanya nodul satelit pada kulit payudara;
  • kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa;
  • terkandung model parasternal;
  • terkandung nodul supraklavikula;
  • adanya edema lengan;
  • adanya metastase jauh;
  • serta terkandung dua dari tanda-tanda locally advanced, yakni ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2,5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.

3. Keluarnya cairan (Nipple discharge)
Nipple discharge ialah keluarnya cairan dari puting susu secara spontan dan tak normal. Cairan yang keluar disebut normal jikalau berlangsung pada wanita yang hamil, menyusui dan pemakai pil kontrasepsi. Seorang wanita mesti waspada jikalau dari puting susu keluar cairan berdarah cairan encer dengan warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa mesti memijit puting susu, berlangsung terus menerus, cuma pada satu payudara (unilateral), dan cairan selain air susu.

Stadium
Stadium penyakit kanker ialah suatu keadaan dari hasil penilaian dokter saat mendiagnosis suatu penyakit kanker yang diderita pasiennya, sudah sejauh manakah tingkat penyebaran kanker tersebut baik ke organ atau jaringan sekitar maupun penyebaran ketempat lain. Stadium cuma dikenal pada tumor ganas atau kanker dan tak ada pada tumor jinak. Untuk menentukan suatu stadium, mesti dilaksanakan pemeriksaan klinis dan ditunjang dengan pemeriksaan penunjang lainnya yakni histopatologi atau PA, rontgen , USG, dan bila memungkinkan dengan CT scan, scintigrafi, dll. Banyak sekali cara untuk menentukan stadium, namun yang paling banyak dianut saat ini ialah stadium kanker berpedoman klasifikasi sistem TNM yang direkomendasikan oleh UICC (International Union Against Cancer dari World Health Organisenyawaion)/AJCC (American Joint Committee On cancer yang disponsori oleh American Cancer Society dan American College of Surgeons).

Pada sistem TNM
TNM ialah singkatan dari “T” yakni tumor size atau ukuran tumor , “N” yakni node atau kelenjar getah bening regional dan “M” yakni metastasis atau penyebaran jauh. Ketiga factor T, N, dan M dinilai baik secara klinis sebelum dilaksanakan operasi, juga sesudah operasi dan dilaksanakan pemeriksaan histopatologi (PA). Pada kanker payudara, penilaian TNM sebagai berikut:

  • T (tumor size), ukuran tumor:
    • T 0: tak ditemukan tumor primer
    • T 1: ukuran tumor diameter 2 cm atau kurang
    • T 2: ukuran tumor diameter antara 2-5 cm
    • T 3: ukuran tumor diameter > 5 cm
    • T 4: ukuran tumor berapa saja, tetapi sudah ada penyebaran ke kulit atau dinding dada atau pada keduanya, dapat berupa borok, edema atau bengkak, kulit payudara kemerahan atau ada benjolan kecil di kulit di luar tumor utama
  • N (node), kelenjar getah bening regional (kgb):
    • N 0: tak terkandung metastasis pada kgb regional di ketiak/aksilla
    • N 1: ada metastasis ke kgb aksilla yang masihlah dapat digerakkan
    • N 2: ada metastasis ke kgb aksilla yang susah digerakkan
    • N 3: ada metastasis ke kgb di atas tulang selangka (supraclavicula) atau pada kgb di mammary interna di dekat tulang sternum
  • M (metastasis), penyebaran jauh:
    • M x: metastasis jauh belum dapat dinilai
    • M 0: tak terkandung metastasis jauh
    • M 1: terkandung metastasis jauh

Setelah sendiri-sendiri factor T, N, dan M didapatkan, ketiga factor tersebut selanjutnya digabung dan akan didapatkan stadium kanker sebagai berikut:

  • Stadium 0: T0 N0 M0
  • Stadium 1: T1 N0 M0
  • Stadium II A: T0 N1 M0/T1 N1 M0/T2 N0 M0
  • Stadium II B: T2 N1 M0 / T3 N0 M0
  • Stadium III A: T0 N2 M0/T1 N2 M0/T2 N2 M0/T3 N1 M0/T2 N2 M0
  • Stadium III B: T4 N0 M0/T4 N1 M0/T4 N2 M0
  • Stadium III C: Tiap T N3 M0
  • Stadium IV: Tiap T-Tiap N-M1

Sumber: Wikipedia.org

Linked Posts:
Obat Kanker Payudara | Penyakit Kanker | Tumor | Mengobati Kanker Payudara | Mengobati FAM | Melia Propolis VS Kanker Payudara

0 Response to "Kanker Payudara"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel