Jantung Berdebar-debar

Jantung Berdebar, Apa yang Dapat kamu Lakukan?

Palpitasi ialah istilah medis  untuk denyut jantung tak teratur Jantung Berdebar-debar

Palpitasi ialah istilah medis untuk denyut jantung tak teratur, terlalu kuat atau mempunyai kecepatan abnormal. Secara umum, orang tak menyadari denyut jantung mereka. Selama denyut jantung berjalan normal, kita tak merasakan denyut jantung dalam rutinitas hidup sehari-hari. Ketika jantung berdenyut terlalu cepat atau tak teratur, ada feeling yang tak menggembirakan.

Denyut jantung normal pada saat istirahat berkisar antara 60-100 kali per menit. Para atlet yang sangatlah terlatih mempunyai denyut jantung istirahat 30-40 per menit dan mereka yang kurang berolahraga mempunyai denyut jantung 80 per menit. Denyut jantung rata-rata ialah 70 per menit.

Jantung berdebar umumnya berlangsung cuma sejumlah menit, namun dalam sejumlah kasus bisa berjam-jam atau berhari-hari. Beberapa orang merasakan palpitasi sejumlah kali sehari, yang lainnya mungkin cuma sesekali.

Penyebab

Penyebab palpitasi sangatlah beragam, di antaranya:

  • Penyakit jantung. Kebanyakan orang yang merasakan palpitasi tak mempunyai penyakit jantung. Sebagian kecil palpitasi diakibatkan oleh masalah irama jantung (aritmia). Fibrilasi atrial, yakni masalah irama jantung yang melibatkan kedua sisi serambi jantung ialah salah satu masalah jantung yang mengakibatkan palpitasi. Kondisi yang disebut takikardia atrium paroksismal (ATP) juga mengakibatkan jantung berdenyut kencang (seringkalikali dua kali kecepatan normal). Hal ini terkait dengan masalah konduksi listrik antar bilik jantung yang berlangsung selama sejumlah detik atau menit sebelum kembali normal. Masalah jantung lain seperti kebocoran katup, penyakit jantung koroner, dll juga dapat mengakibatkan palpitasi.
  • Pengaruh emosi: respon emosi terhadap peristiwa stres dan emosional.
  • Kegiatan fisik: melaksanakan aktivitas fisik yang intensif melebihi kapasitas
  • Anemia: anemia mengakibatkan otot jantung kekurangan pasokan oksigen.
  • Kekurangan magnesium dan kalium.
  • Makanan: rutinitas merokok berat, meminum alkohol, kafein berkelebihan (dari teh, kopi atau minuman cola), pengawet, penyedap dan pewarna makanan tertentu saja, dan sejumlah jenis obat (misalnyanya obat asma).
  • Masalah hormon: produksi hormon tiroid berkelebihan atau pusingkatan berbagai macam hormon pada wanita hamil.
  • Tumor kelenjar adrenal.

Diagnosis

Diagnosis biasanya didasarkan pada riwayat medis pasien. Pemeriksaan yang dilaksanakan oleh dokter terkait pada gaya hidup (merokok, konsumsi alkohol, dll), usia, berat badan dan fakta lainnya yang ada selain jantung berdebar.

Dokter akan mencatat denyut jantung, tekanan darah dan kontrol pernafasan kamu. Tes darah bisa mengukur kadar hormon tiroid, hemoglobin, kalium, magnesium dan obat-obatan yang mungkin mengakibatkan jantung berdebar.

Dalam hampir semua kasus, jantung berdebar dapat dikonfirmasi dengan EKG, namun cuma untuk keluhan yang sedang berlangsung. Elektrokardiogram (EKG) ialah rekaman aktivitas listrik dari otot jantung. Tegangan listrik jantung diukur pada kisaran 1 milivolt, sehingga peralatan tersebut sangatlah sensitif. Monitor Holter (mesin EKG portabel yang memperhatikanlah denyut jantung selama 24 jam), tes stres olahraga, dan tes arteri koroner dapat menolong memeriksa palpitasi yang diakibatkan masalah jantung.

Dokter juga mungkin perlu mengetahui kepekaan kamu terhadap makanan dan alergi tertentu saja, pemeriksaan fungsi tiroid, dll.

Pengobatan

Palpitasi yang tak menyangkut dengan masalah kesehatan tertentu saja biasanya tak membutuhkan perawatan. Ada obat-obatan yang dapat mengurangi palpitasi, tetapi umumnya cuma diperlukan jikalau palpitasi diakibatkan oleh penyakit.

Tips untuk kamu

  • Pada saat kamu merasakan jantung kamu berdebar, yang paling baik ialah mencoba untuk santai dan tak gelagapan. Berhentilah melaksanakan aktivitas dan ambil nafas dalam-dalam. Berjalan kaki ringan mungkin dapat menolong.
  • Kurangi stres fisik dan stres emosional
  • Berhenti merokok dan minum alkohol.
  • Kurangi asupan kafein.
  • Berberhati-hati terhadap makanan sensitif dan hindari pengawet dan pewarna makanan bila memungkinkan.
  • Ganti obat kamu yang mungkin memunculkan palpitasi.
  • Pastikan kamu cukup magnesium. Kekurangan magnesium mengakibatkan denyut jantung lebih cepat. Magnesium terkandung dalam sayuran berdaun hijau tua, ikan, kacang-kacangan, biji, pisang, apel, dan susu dan produk gandum.
  • Pastikan keseimbangan natrium dan kalium. Kedua mineral ini berperan penting dalam transmisi impuls saraf yang pas pada otot, termasuk otot jantung. Terlalu banyak mineral yang satu mengakibatkan kekurangan yang lain, sehingga orang yang makan banyak garam lebih beresiko terkena jantung berdebar-debar. Orang biasanya mendapatkan lebih dari cukup natrium (dalam bentuk garam) melalui makanan. Oleh karena itu, yang lebih penting ialah memastikan kecukupan kalium. Kalium terkandung pada buah-buahan seperti jeruk dan pisang, biji bunga matahari, sereal, roti dan kentang.
  • Perbanyak makan bawang putih dan habbatussauda. Bawang putih dan habbatussauda dapat menolong memperkuat jantung dan pembuluh darah.

Sumber: majalahkesehatan.com

Linked Posts:
Jantung Bocor Saya Sembuh | Penyakit Jantung | Lemah Jantung | Jantung Koroner | Serangan Jantung | Hipertensi

0 Response to "Jantung Berdebar-debar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel