TORCH Bisa Menyerang Siapa Saja !

TORCH Bisa Menyerang Siapa Saja !

 serta berkemungkinan oleh virus lain yang dampak klinisnya lebih terbatas  TORCH Bisa Menyerang Siapa Saja !
TORCH
ialah singkatan dari Toxoplasma gondii (Toxo), Rubella, Cyto Megalo Virus (CMV), Herpes Simplex Virus (HSV) yang tersusun dari HSV1 dan HSV2 serta berkemungkinan oleh virus lain yang dampak klinisnya lebih terbatas (Misalnya Measles, Varicella, Echovirus, Mumps, virus Vaccinia, virus Polio, dan virus Coxsackie-B).

Penyebab utama dari virus dan parasit TORCH (Toxoplasma, Rubella, CMV, dan Herpes) ialah hewan yang ada di sekitar kita, seperti ayam, kucing, burung, tikus, mersari pati pati, kambing, sapi, anjing, babi dan lainnya. Meskipun tak secara langsung sebagai pemicu terjangkitnya penyakit yang berasal dari virus ini ialah hewan, namun juga bisa diakibatkan oleh karena perantara (tak langsung) seperti melahap sayuran, daging setengah matang dan lainnya.

TORCH tak cuma menyangkut dengan masalah kehamilan saja. TORCH juga bisa meyerang orang tua, anak muda, dari berbagai macam golongan, usia, dan jenis gelapin. TORCH bisa menyerang otak (muncul gejala seringkali sakit kepala misalnyanya), mengakibatkan seringkali muncul radang tenggorokan, flu berkepanjangan, sakit pada otot, persendian, pinggang, sakit pada kaki, lambung, mata, dan sebagainya.

Dalam dunia medis, Toxoplasma seringkali disebut juga dengan virus kucing. Padahal sebenarnya ini bukan virus kucing, tetapi parasit darah. Kenapa seringkali disebut virus kucing : selain sebutan ini sudah salah kaprah, memanglah parasit ini tumbuhnya di dalam tubuh binatang. Hal mana menurut riset di dalam maupun di luar negeri, 70% pemicu penyakit ini ialah kotoran kucing. selanjutnya melalui hewan lain yang melekat dalam makanan, lalu masuklah ke dalam tubuh manusia dan menyatu dalam darah.

Awalnya seseorang yang mengidap Toxoplasma ini terlihat sehat tetapi selanjutnya saat sedang hamil mulai muncul sejumlah gejala. Gejala yang seringkali berlangsung ialah flek pada wanita yang sedang hamil. Flek ini bisa berlangsung terus menerus sepanjang kehamilan, janin di dalam rahim tak berkembang, hamil anggur, atau bayinya meninggal pada usia kandungan 7-8 bulan. Bahkan yang seringkalikali berlangsung adlah keguguran.

Sebenarnya Toxoplasma tidaklah penyakit menular kepada pasangan, tetapi ia menular pada keturunan. Bisa jadi anak pertama kali dan kedua sehat, tetapi anak ketiga cacat atau merasakan Epilepsi dan autisme. Tetetapi yang seringkali berlangsung sebenarnya jikalau dilaksanakan tes di laboratorium, baik anak pertama kali maupun anak kedua sebenarnya turut terjangkit.

Berbeda dengan Rubella. Penyakit ini orang seringkali mengatakannya dengan Campak Jerman. Pada kasus Rubella, ibu hamil tak merasakan keguguran atau bayinya meninggal saat lahir, tetapi yang seringkali berlangsung ialah bayi yang terlahir merasakan glaukoma, atau kebutaan, kerusakan pada otak atau pengapuran pada otak, bibir sumbing, tuna rungu dan susah bicara.

Sedangkan pada pengidap CMV (Cyto Megalo Virus), misalnyanya seorang ibu pada saat hamil, ia akan merasakan keguguran terus menerus, atau bayi yang dikandungnya lahir dalam keadaan cacat fisik, seperti Hidrosefalus (pembesaran kepala), Microsefalus (pengecilan kepala), lahir dengan usus keluar tubuh, tubuh transparan atau kaki dan tangannya jadi bengkok.

selanjutnya, untuk penyakit Herpes lain lagi. Kemunculannya ditandai dengan bintik – bintik pada tubuh dan pada alat genital. Seorang yang mengidap Herpes, di samping kesakitan, juga terasa panas. Bagi wanita hamil seringkali keguguran atau bayinya lahir dalam keadaan cacat.

Jadi Toxoplasma, Rubella, CMV, dan Herpes dapat mengakibatkan rusaknya fertilitas pada wanita. Sel telur maupun inti sel dirusak oleh virus tersebut sehingga sel terlurnya mengecil dan tak bisa dibuahi. bersama adanya infeksi TORCH ini, pada wanita bisa mengakibatkan terbentuknya mioma, penyumbatan atau perlengketan, sehingga sel telur tak bisa dibuahi atau mengakibatkan susah hamil.

Toxoplasma tak menular pada pasangan, sedangkan Rubella, CMV, dan Herpes bisa menular. Penularan bisa berlangsung melalui hubungan seksual, air liur, keringat, darah, dan Air Susu Ibu (ASI). Sehingga kau wanita terjangkit Rubella, CMV, dan Herpes, maka suaminya pun dapat tertular. Sulitnya berlangsung kehamilan pada wanita diakibatkan oleh virus tersebut memperburuk mutu spermatozoa/sperma, karena kekentalan sperma menjadi cair. Volume sperma yang semestinya 5 CC menjadi 3 CC dan gerakannya pun sudah berobah.

Perlu ditegaskan lagi bahwasanya Toxoplasma maupun Rubella dan CMV serta Herpes BUKAN cuma milik ibu hamil saja. Tetetapi siap pun bisa terkena TORCH. Baik dia orang dewasa, kamum muda, lansia, maupun balita. selanjutnya TORCH ini yang diserang ialah saraf otak, mata dan gerak. Jika menyerag otak misalnyanya gejalanya seringkali sakit kepala, radang tenggorokan, atau flu berkepanjangan. Otot – otot terasa sakit sampai ke persendian dan pinggang. Kaki pun gampang lelah dan lemas, menggigil selanjutnya lambung pun sakit.

Orang seringkali beranggapan bahwasanya anak yang sakit mata diakibatkan oleh seringkalinya nonton TV dan terlalu dkat ke layar. Tak terpikirkanlah bahwasanya sakit mata yang biasa mengakibatkan kebutaan itu diakibatkan ooleh infeksi TORCH.

Diagnosis

Diagnosis dilaksanakan dengan tes ELISA. Ditemukan bahwasanya antibodi IgM menunjukan hasil positif 40 (10.52%) untuk toksoplasma, 102 (26.8%) untuk Rubella, 32 (8.42%) untuk CMV dan 14 (3.6%) untuk HSV-II. Antibodi IgG menunjukan hasil positif 160 (42.10%) untuk Toxoplasma, 233 (61.3%) untuk Rubella, 346 (91.05%) untuk CMV dan 145 (33.58%) untuk HSV-II.

Sumber : pengobatantorch.com; id.Wikipedia.org

Linked Posts:
Mengenal Toksoplasmosis | Herpes Simplex | Autisme | Propolis | Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Melia Propolis

0 Response to "TORCH Bisa Menyerang Siapa Saja !"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel