Stadium penyakit ginjal

GFR Untuk Menentukan Stadium Penyakit Ginjal

Glomerular Filtration Rate (GFR) ialah hitungan yang menandai tingkat efisiensi penyaringan bahan ampas dari darah oleh ginjal. Hitungan GFR yang umum membutuhkan suntikan senyawa pada aliran darah yang selanjutnya diukur pada pengambilan air seni 24 jam. Baru-baru ini, para ilmuwan mendapatkat bahwasanya GFR dapat dihitung tanpa suntikan atau pengambilan air seni. Hitungan baru ini cuma membutuhkan pengukuran tingkat kreatinin dalam contoh darah.

Kreatinin ialah bahan ampas dalam darah yang dihasilkan oleh penguraian sel otot secara normal selama aktivitas. Ginjal yang sehat melenyapkan kreatinin dari darah dan memasukannya pada air seni untuk dikeluarkan dari tubuh. Bila ginjal tak bekerja sebagaimana mestinya, kreatinin bertumpuk dalam darah.

Dalam laboratorium, darah kita akan dites untuk menentukan ada berapa miligram kreatinin dalam satu desiliter darah (mg/dL). Tingkat kreatinin dalam darah dapat berobah-ubah, dan setiap laboratorium mempunyai nilai normal sendiri, umumnya 0,6-1,2mg/dL. Bila tingkat kreatinin sedikit di atas batas atas nila normal ini, kita berkemungkinan tak akan merasa sakit, tetapi tingkat yang lebih tinggi ini ialah tanda bahwasanya ginjal kita tak bekerja dengan kekuatan penuh. Satu rumusan untuk mengestimasikan fungsi ginjal ialah menyamakan tingkat kreatinin 1,7mg/dL untuk kebanyakan laki-laki dan 1,4mg/dL untuk kebanyakan perempuan sebagai 50% fungsi ginjal normal. Tetetapi karena tingkat kreatinin begitu berobah-ubah, dan dapat didampaki oleh makanan, hitungan GFR ialah lebih pas untuk menentukan apa kita mempunyai fungsi ginjal yang rendah.

Hitungan GFR baru mempergunakan ukuran kreatinin kita serempak dengan berat badan, usia, dan nilai ditentu sajakan untuk jenis gelapin dan ras. Beberapa laboratorium dapat menghitung GFR saat tingkat kreatinin diukur, dan memasukannya pada laporan.

Stadium penyakit ginjal

Pada 2002, National Kidney Foundation AS menerbitkan pedoman pengobatan yang memutuskan lima stadium chronic kidney disease (CKD) berpedoman ukuran GFR yang menurun. Pedoman tersebut mengusulkan tindakan yang tidaklah sama untuk sendiri-sendiri stadium penyakit ginjal.

  • Risiko CKD meningkat. GFR 90 atau lebih dianggap normal. Bahkan dengan GFR normal, kita mungkin beresiko lebih tinggi terhadap CKD bila kita diabetes, mempunyai tekanan darah yang tinggi, atau keluarga kita mempunyai riwayat penyakit ginjal. Semakin tua kita, semakin tinggi resiko. Orang berusia di atas 65 tahun dua kali lipat lebih mungkin memekarkan CKD diperbandingkan orang berusia di antara 45 dan 65 tahun. Orang Amerika keturunan Afrika lebih beresiko memekarkan CKD.
  • Stadium 1: Kerusakan ginjal dengan GFR normal (90 atau lebih). Kerusakan pada ginjal dapat dideteksi sebelum GFR mulai menurun. Pada stadium pertama kali penyakit ginjal ini, sasaran pengobatan ialah untuk melambatkan perkembangan CKD dan mengurangi resiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Stadium 2: Kerusakan ginjal dengan penurunan ringan pada GFR (60-89). Saat fungsi ginjal kita mulai menurun, dokter akan memperkirakan perkembangan CKD kita dan meneruskan pengobatan untuk mengurangi resiko masalah kesehatan lain.
  • Stadium 3: Penurunan lanjut pada GFR (30-59). Saat CKD sudah berlanjut pada stadium ini, anemia dan masalah tulang menjadi semakin umum. Kita akan lebih baik bekerja dengan dokter untuk mengantisipasi atau menyembuhkan masalah ini.
  • Stadium 4: Penurunan berat pada GFR (15-29). Teruskan pengobatan untuk komplikasi CKD dan belajar setertinggi mungkin menyangkut pengobatan untuk kegagalan ginjal. Masing-masing pengobatan membutuhkan persiapan. Bila kita memilih hemodialisis, kita akan membutuhkan tindakan untuk memperbesar dan memperkuat pembuluh darah dalam lengan supaya siap menerima pemasukan jarum secara seringkali. Untuk dialisis peritonea, satu kateter mesti ditanam dalam perut kita. Atau mungkin kita ingin minta anggota keluarga atau kawan menyumbang satu ginjal untuk dicangkok.
  • Stadium 5: Kegagalan ginjal (GFR di bawah 15). Saat ginjal kita tak bekerja cukup untuk menahan kehidupan kita, kita akan membutuhkan dialisis atau pencangkokan ginjal.

Selain memperhatikanlah GFR, tes darah dapat menunjukan apa senyawa-senyawa tertentu saja dalam darah kurang berimbang. Bila tingkat fosforus atau kalium mulai naik, satu tes darah akan mendesak dokter untuk menangani masalah ini sebelum memdampaki kesehatan kita secara tetap.

Linked Posts: Penyakit Ginjal | Propolis Stop Cuci Darah Gagal Ginjal | Mengobati Gagal Ginjal | Mengobati Infeksi Ginjal | Propolis | Apa itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Melia Propolis

0 Response to "Stadium penyakit ginjal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel