Nyeri Haid Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Kista

Nyeri Haid Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Kista Nyeri Haid Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Kista

Nyeri Haid Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Kista

Kista, kantung berisi cairan ini ditakuti oleh sebahagian besar perempuan. Orang biasanya akan mengaitkan kista dengan nyeri perut bawah dan susahnya mempunyai anak. Nyeri haid memanglah bisa menjadi tanda awal kista. "Kista sebetulnya bisa hilang sendiri, jadi tak perlu dirisaukan," ujar Dr. Caroline.

Kista bisa muncul di sejumlah bagian tubuh, bukan cuma di rahim. Ada kista yang terkandung di payudara, jaringan tiroid, kulit, simpul, saraf, dan mata. Tapi memanglah yang banyak berlangsung ialah kista pada indung telur (ovarium).

Setiap perempuan mempunyai dua indung telur, di kanan dan kiri. Ukuran normalnya segede biji kenari. Setiap indung telur berisi ribuan telur yang masihlah muda, seringkali disebut folikel.

Folikel ialah struktur berisi cairan yang menjadi tempat perkembangan sel telur. Setiap bulan folikel ini membesar dan satu di antaranya membesar sangatlah cepat dan menjadi telur matang.

Pada peristiwa ovulasi, telur yang matang ini keluar dari indung telur dan bergerak ke rahim melalui saluran telur. Apabila sel telur matang ini tak dibuahi, folikel akan mengecil dan menghilang dalam 2-3 minggu. Proses ini akan terus berulang sesuai siklus haid seorang perempuan. Jika ada masalah proses siklus ini, maka berkemungkinan bisa berlangsung kista.

Bisa mengecil

Kista ovarium seringkali berlangsung di masa reproduksi. Namun, bisa juga terbentuk antara masa pubertas sampai menopause, bahkan selama kehamilan. Biasanya kista dapat mengecil atau hilang sendiri sesudah wanita memasuki masa menopause, karena menurunnya aktivitas ovarium.

Kista ovarium tersusun atas berbagai macam jenis, seperti kista fungsional, dermoid, cokelat (endometriosis) dan kista kelenjar (cystadenoma). Sampai saat ini belum diketahui bagaimana kista berlangsung. Biasanya tumbuh sangatlah pelan dan seringkali berlangsung keganasan pada umur lebih 45 tahun. Dari keempat kista ini yang paling banyak dan seringkali mengecil sendiri seiring membaiknya keseimbangan hormonal ialah kista fungsional.

Kista fungsional terbentuk dari jaringan yang berobah pada saat fungsi normal haid. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang sendiri dalam kurun 2-3 siklus haid. Kista fungsional di antaranya ialah kista lutein atau kista yang berlangsung akibat perubahan hormon.

Folikel dapat berobah menjadi korpus luteum dan mengeluarkan sel telur untuk selanjutnya dibuahi, lalu korpus luteum berdegenerasi (hancur lalu diserap tubuh). Hal ini normal. Tetetapi, kadang kala sesudah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, mengakibatkan korpus luteum membesar dan menjadi kista. "Kista lutein ini jinak dan akan menghilang sendiri. Tapi kista ini dapat tumbuh hingga diameter 4 inci atau 10 sentimeter dan berpotensi untuk berdarah," tambahnya.

Kista fungsional umumnya tak membutuhkan pengobatan. Akan tetapi pemakaian pil kontrasepsi terkadang bisa menolong membikin siklus menstruasi normal kembali, dan mengurangi perkembangan kista ini. "Namun jikalau kista sudah membesar lebih dari sentimeter, maka mesti cepat dilaksanakan tindakan, seperti pengangkatan kista dengan operasi," terangnya.

Kista coklat

Kista dermoid ialah kista ovarium yang berisi ragam jaringan misalnya rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat berlangsung semenjak kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandungan ibunya. Kista ini biasanya kering dan tak memunculkan gejala, tetapi dapat menjadi besar dan memunculkan nyeri.

Ada lagi kista endometriosis yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip selaput dinding rahim yang tumbuh di luar rahim) yang melekat di ovarium dan berkembang menjadi kista. Kista ini seringkali disebut kista coklat endometriosis, karena berisi darah yang mengental dan membeku sehingga berwarna coklat kemerahan. Kista ini menyangkut dengan penyakit endometriosis yang memunculkan nyeri haid dan nyeri sanggama.

"Salah satu kista yang mesti diwaspadai ialah kista endometrosis. Karena jikalau semakin membesar akan mengakibatkan kista pecah dan merasakan perlengketan," jelas Dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG,, dari bagian obstetri dan ginekologi RS. OMNI Internasional Pulomas, Jakarta.

Satu lagi jenis kista ialah kista denoma. Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kista denoma dapat tumbuh besar sehingga berpotensi menjadi ganas dan mengusik organ perut lainnya serta memunculkan nyeri.

Tanpa sengaja

Sampai sekarang pemicu timbulnya kista belum diketahui dengan jelas. Tetetapi kista ganas seperti kanker dapat muncul karena factor genetika. Jika di dalam keluarga ada riwayat kanker, ada berkemungkinan keturunannya mempunyai resiko terkena kanker juga.

"Kista tumbuh di bagian dalam tubuh wanita, sehingga bukan perkara gampang untuk mengetahui pemicunya. Harus dilaksanakan riset menyeluruh dan terperinci," tuturnya.

Kista-kista tersebut biasanya muncul tanpa gejala. Penderita umumnya baru mengetahui adanya kista secara tak sengaja, saat menjalani pemeriksaan penyakit lain. Pada kista yang sudah membesar, bisa saja mengakibatkan keluhan nyeri di bagian bawah perut atau di dekat rahim.

Nyerinya khas

Banyak perempuan percaya bahwasanya nyeri saat menstruasi mesti diwaspadai sebagai salah satu gejala adanya kista. Benarkah demikian? Apabila kista indung telur yang berlangsung dan berjenis fungsional memanglah cenderung memunculkan nyeri. "Dan nyeri yang berlangsung sebelum menstruasi itu ialah respons dari tingginya fokus dari hormon yang mengeluarkan darah selama berlangsungnya siklus menstruasi," ujar Dr. Caroline.

Penyebab lain dari nyeri menstruasi bisa juga karena sejumlah tipe tertentu saja dari kista, misalnyanya endometrioma. Perkembangan endometrioma juga dikenal dengan sebutan kista endometriod atau kista coklat, yang menyangkut dengan keadaan kesehatan endometriosis.

Namun, lanjutnya, tak selalu nyeri saat menstruasi ialah gejala awal kista. Harus dilaksanakan sejumlah pemeriksaan untuk memastikannya. "Yang pastii, nyeri sebagai tanda awal kista ialah nyeri yang khas. Hanya dirasakan pada sekitar perut bawah dan cuma pada saat sedang haid," tambahnya.

Tak Semua Kista Ganggu Kesuburan

Masalah kesuburan pada perempuan seringkali dihubungkan dengan kista. Bahkan, ada anggapan seseorang yang terkena kista di ovarium (indung telur) akan susah mempunyai anak.

Pendapat itu tak semuanya benar. Pada umumnya kista bersifat jinak, berukuran kecil, dan tak berdampak terhadap kesuburan. Kista akan mengancam mabadunga ukurannya sudah besar.

Seseorang bisa saja hamil, walaupun ada kista dalam indung telurnya. Lagipula ovarium seorang perempuan ada sepasang. Jika salah satunya terganggu dan tak berfungsi, masihlah ada satu lagi sehingga kehamilan masihlah dapat berlangsung.

"Yang lebih pas, kista, berukuran besar dapat mengusik kehamilan, bukan kesuburannya," kata Dr. Caroline.

Kista yang mempunyai diameter lebih dari 5 sentimeter dapat melintir pada saat berlangsung kehamilan. Akibatnya, kista pecah dan memunculkan nyeri sangatlah hebat.

Kista endometriosis mengusik kesuburan karena secara mekanik dapat mengakibatkan perlengketan-perlengketan. Adanya perlengketan mengakibatkan proses ovum pick-up (lepasnya sel telur yang telah matang), sehingga susah ditangkap fimbriea (ujung tuba falopi). Akibatnya, pembuahan susah berlangsung.

Selain itu, adanya kista endometriosis secara imunologis kesuburan juga terhambat karena timbulnya reaksi-reaksi kekebalan mengusik fungsi sel telur, sperma, dan embrio secara alami.

Jika diabaikan, endometriosis akan semakin berat dan umumnya perempuan susah hamil. Dari survei, 40 persen perempuan yang susah hamil diketahui mempunyai endometriosis pada rahimnya.

Untuk itu, diperlukan operasi dengan cara laparoskopi. Setelah dilaksanakan operasi, 70 persen perempuan dengan endometriosis ringan (stadium 1 dan 2) dapat hamil secara normal. Sebaliknya, endometriosis berat (stadium 3 dan 4) akan susah untuk hamil secara alami walaupunpun telah diobati, kecuali dengan cara inseminasi buatan atau bayi tabung.

Kista endometriosis juga dapat mengusik kehidupan seksual karena akan muncul rasa nyeri pada saat menyangkut intim.

Metode Laparoskopi

Terapi bedah atau operasi bisa dipertimbangkanlah kista tak menghilang, berukuran besar, memunculkan keluhan seperti nyeri perut, nyeri haid, atau masalah siklus dan infertilitas. Dibandingkan dengan metode konvensional, yakni pasien dibedah dengan kitatan lebar di sekitar perut, laparoskopi ialah metode termutakhir (Cold Standard) yang lebih efektif untuk mengangkat kista.

Laparoskopi ialah metode pembedahan yang dilaksanakan dengan membikin dua atau tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitar perut pasien. Satu lubang pada pusar dipergunakan untuk memasukan alat yang dilengkapi kamera untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua lubang lain untuk peralatan bedah yang lain.

Teknik ini disebut juga operasi minimal invasif. Namun, metode ini tetap mengandung resiko bagi pasien, terutama sekali karena saat melaksanakan operasi tersebut, dokter yang menangani membutuhkan ruang dalam rongga perut, sehingga membutuhkan gas karbondioksida (C02) untuk memekarkan rongga perut.

Jika gas bertekanan tinggi tersebut masuk ke dalam pembuluh darah, bisa memunculkan resiko yang mengancam.

Ada yang Hilang Sendiri

Sebenarnya tak semua kista mengancam jiwa dan mengakibatkan kematian. Pada kista fungsional, kista dapat mengecil bahkan menghilang dengan sendirinya.

Namun, sejumlah jenis kista dapat berpotensi membesar dan menjadi kanker ovarium. Salah satu tanda kista ovarium menjadi ganas ialah adanya pembesaran kista yang cepat dalam waktu singkat.

Angka kematian akibat kanker ovarium cukup tinggi karena penyakit ini awalnya tanpa gejala dan tak memunculkan keluhan. Pada stadium lanjut baru penderita merasakan gejalanya. Itu sebabnya penyakit ini disebut silent killer.

Sayangnya, sampai sekarang belum ada cara deteksi dini yang sederhana untuk memeriksa adanya keganasan kanker ovarium. Berbeda dengan kanker serviks (mulut rahim) yang bisa dideteksi dini dengan pap smear.

Untuk mengetahui kista semenjak dini, Dr. Caroline memberi saran melaksanakan pemeriksaan USG dan pap smear rutin setahun sekali. bersama pemeriksaan itu wanita bisa mengetahui kesehatan rahimnya. Jika terdeteksi adanya kista, bisa diketahui dengan segera ada taknya berkemungkinan kista tersebut ialah neoplasma ganas yang bisa mengakibatkan kanker ovarium.

Penting diketahui bahwasanya kanker ovarium ialah kanker nomor tiga pemicu kematian perempuan Indonesia sesudah kanker payudara dan kanker mulut rahim.

"Jika berlangsung kanker ovarium, ada berkemungkinan organ reproduksi seperti indung telur atau rahim mesti dicampakkan, sehingga tak dapat berlangsung kehamilan," katanya.

Jauhi Makanan Berlemak

Tahukah kamu jikalau makanan dengan kadar lemak tinggi dapat merangsang timbulnya kista? Bagi yang sudah mempunyai kista, jauhilah makanan berlemak.

Jika tetap mengkonsumsi makanan berlemak dan kurang serat, lemak yang berlebih akan susah dipecah oleh tubuh. Kondisi itu dapat berlanjut pada berlangsungnya masalah hormon. Demikian juga dengan pola makan, yang tak teratur dan mengkonsumsi senyawa-senyawa tambahan sintetis pada makanan.

Satu jenis makanan lagi yang mesti dihindari ialah makanan cepat saji atau fast food. Makanan cepat saji banyak sekali mengandung lemak, apalagi pada sajian fried chicken.

Ayam yang dipergunakan di restoran cepat saji ialah ayam yang disuntik dengan steroid supaya cepat besar, sehingga dapat memenuhi kebutuhan market. Biasanya suntikan ini dilaksanakan pada bagian leher atau kitap.

Karena itu, pada dua bagian tubuh ayam inilah terkandung fokus steroid yang paling tinggi. Steroid ini ngasih dampak pada tubuh, sehingga cepat perkembangannya.

Ketika ayam yang mengandung steroid ini dikonsumsi seorang perempuan, akan berdampak buruk pada, hormonnya, sehingga membikin perempuan tersebut lebih beresiko untuk terkena kista rahim.

"Untuk itu, jauhi makanan berlemak karena dapat membikin kista membesar. Kista seperti dipupuk dengan lemak tersebut, sehingga perkembangannya semakin cepat," ungkap Dr. Caroline.

cybermed.cbn.net.id

Linked Posts: Tumor | Kanker | Mengobati Tumor Kandungan | Sembuh Dari Kista Setelah Minum Propolis | Propolis | Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Melia Propolis

0 Response to "Nyeri Haid Bisa Jadi Tanda Awal Penyakit Kista"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel