Jantung Rematik

Penyakit Jantung Rematik Bisa Berawal Dari Radang Tenggorokan !

Penyakit Jantung Rematik Bisa Berawal Dari Radang Tenggorokan  Jantung Rematik
Penyakit Jantung Rematik (PJR) atau dalam bahasa medisnya Rheumatic Heart Disease (RHD) ialah suatu keadaan di mana berlangsung kerusakan pada katup jantung yang bisa berupa penyempitan atau kebocoran, terutama sekali katup mitral (stenosis katup mitral) sebagai akibat adanya gejala sisa dari Demam Rematik (DR).

Demam rematik ialah penyakit peradangan (inflamasi) yang dapat muncul sebagai komplikasi dari infeksi pada tenggorokan (faringitis) yang tak diobati atau tak ditangani dengan baik. Peradangan selanjutnya dapat berlangsung pada sendi, jantung, otak dan kulit. Nah, jikalau peradangan berlangsung pada jantung inilah yang disebut dengan Penyakit Jantung Reumatik. Jika sampai berlangsung Penyakit Jantung Reumatik, akan berlangsung cacat tetap pada jantung, terutama sekali pada bagian katup jantung, tetapi dapat juga pada otot jantung itu sendiri. Ini tak dapat disembuhkan dengan pemberian obat. Terutama jikalau yang terkena ialah bagian katup jantung, katup ini tak lagi membuka dan menutup dengan baik, sehingga dapat berlangsung perubahan pada aliran darah. Akibatnya, gejala-gejala akibat kelainan jantung akan menetap – seperti cepat lelah, sesak nafas, berdebar-debar, detak jantung yang cepat – dan dapat memdampaki kehidupan seseorang. Jika sampai kerusakan jantung itu sangatlah parah, tak menutup berkemungkinan berlangsung gagal jantung – keadaan di mana jantung tak lagi sanggup memompa darah ke semua tubuh sesuai kebutuhan – yang dapat berakibat kematian. Pada kerusakan jantung, satu-satunya penanggulangan ialah melalui operasi, misalnyanya dengan penggantian katup jantung, namun biayanya sangatlah mahal.

Demam reumatik paling seringkali berlangsung pada usia 5 sampai 15 tahun dan sangatlah jarang berlangsung pada usia di bawah 5 atau di atas 15 tahun, apalagi pada orang dewasa.

Penyebab

Factor kebersihan lingkungan tempat tinggal dan keadaan kesehatan secara umum dan nutrisi tentu saja saja mempunyai peran berlangsungnya Penyakit Demam Reumatik. selanjutnya, ada pula peranan genetik di dalamnya, sehingga ada orang-orang yang memanglah ”berbakat” untuk merasakan demam reumatik sesudah menderita infeksi tenggorokan. ”Bakat” ini pun seringkalikali ditemukan pada lebih dari satu anggota dalam satu keluarga.

Demam Reumatik dapat bermula dari infeksi tenggorokan. Infeksi tenggorokan ini seringkalikali berlangsung akibat bakteri yang namanya strepkioskus grup A. Pada semua orang, infeksi seperti ini akan memunculkan reaksi imun atau reaksi kekebalan tubuh untuk melawan bakteri ini. Nah, pada orang-orang yang ”berbakat”, reaksi imun ini tak cuma akan membantai si bakteri strepkioskus, tetapi juga akan menyerang tubuh sendiri. Terutama pada bagian-bagian tubuh tertentu saja, seperti sendi, jantung, kulit dan otak, sehingga muncul reaksi inflamasi atau peradangan.

Tanda Dan Gejala

Sesuai namanya, akan ada demam. Demam yang muncul pun tak terlalu tinggi, paling sekitar 38°C. selanjutnya, ada keluhan radang tenggorokan yang ditandai dengan nyeri dan bisa ada batuk-batuk. Karena ini terutama sekali menyangkut anak-anak, keluhan yang seringkali muncul ialah si anak tak mau makan karena tenggorokannya sakit. selanjutnya, anak tadi mungkin batuk-batuk kecil, namun tak diikuti dengan pilek. Beberapa tanda lain, seperti pembesaran kelenjar getah bening di leher yang ialah salah satu tanda infeksi tenggorokan biasanya cuma akan dikenali oleh dokter.

Tanda-tanda demam rematik biasanya muncul 2-3 minggu sesudah infeksi tenggorokan bermula. Saat inilah, muncul gejala-gejala akibat peradangan yang diakibatkan karena reaksi imunologis. Yang paling seringkali berlangsung ialah peradangan pada sendi. Sendi-sendi besar, terutama sekali pada lutut, siku, pergelangan tangan dan pergelangan kaki, akan membengkak, terlihat kemerahan, terasa hangat jikalau diraba dan dirasakan sakit oleh si anak. Seringkali, peradangan ini akan berpindah-pindah dari satu sendi ke yang lainnya, misalnyanya pertama kali sendi pada lutut, besoknya sendi pada siku, dan sebagainya. Sehingga peradangan pada sendi ini disebut poliartritis migrans, artinya radang pada banyak sendi yang berpindah-pindah.

Tanda lain yang dapat muncul ialah jikalau penyakit ini memdampaki otak, sehingga berlangsung gejala yang disebut chorea. Chorea berupa gerakan-gerakan involunter, terutama sekali pada tangan, namun dapat berlangsung juga pada kaki, wajah dan bagian-bagian tubuh lainnya. Jadi, biasanya tangan akan bergerak-gerak, padahal si anak tak bermaksud untuk menggerakkannya. Pada chorea yang lebih ringan, mungkin anak cuma akan mengeluhkan kesusahan untuk menulis. Nah, walaupun gejala ini cukup ”aneh”, ini betul-betul ialah gejala medis, jadi jangan langsung dianggap sebagai kejadian mistis yang perlu penanggulangan dari balian atau sejenisnya! Selain itu, chorea dapat diikuti dengan perubahan tingkah laku, misalnyanya anak mendadak marah dan menangis tanpa alasan, dan sebagainya.

Yang paling parah dan mengrisaukan ialah jikalau sampai jantung ikut terdampak. Biasanya gejala yang muncul ialah sesak nafas, jantung berdebar-debar, detak jantung yang cepat, nyeri dada, dan cepat lelah. Pada anak-anak yang masihlah lebih kecil, biasanya si anak akan cepat lelah dan tak ikut bermain dengan kawan-kawannya. Sedangkan anak-anak yang lebih besar, juga takkan banyak beraktivitas dan jikalau ditanyai biasanya akan mengakui sendiri bahwasanya dirinya cepat lelah dan sesak nafas.

Ada pula sejumlah tanda lainnya, seperti nodul subkutan, yakni bejolan-benjolan kecil di bawah kulit. Namun, karena tak terlihat jelas, biasanya ini cuma dapat ditemukan oleh dokter – itu pun tak selalu. Tanda lain ialah ruam merah pada kulit, yang disebut eritema marginatum, namun tanda ini termasuk yang lebih jarang berlangsung.

Pencegahan

Pertahanan paling baik terhadap Penyakit Jantung Reumatik ialah mengantisipasi berlangsungnya Demam Reumatik dari yang pernah berlangsung. bersama memperlaksanakan strep throat dengan penisilin atau antibiotik lainnya, dokter biasanya dapat menghentikan demam rematik akut dari berkembang.

Orang-orang yang sudah terserang Demam Reumatik lebih beresiko terhadap serangan yang berulang dan kerusakan jantung. Itulah sebabnya mereka akan mendapatkan pengobatan antibiotik terus menerus bulanan atau harian, mungkin seumur hidup. Jika hati mereka telah rusak oleh Demam Reumatik, mereka juga pada pusingkatan resiko untuk memekarkan endokarditis infektif (juga dikenal sebagai bakteri endokarditis), infeksi selaput jantung atau katup. (sodikin)

Sumber: dari berbagai macam sumber

Linked Posts:
Penyakit Jantung | Serangan Jantung | Lemah Jantung | Radang Tenggorokan | Propolis | Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Melia Propolis | Memahami Tindak Balas Selama Mengkonsumsi Propolis

0 Response to "Jantung Rematik"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel