Epilepsi Atau Penyakit Ayan

Epilepsi Atau Penyakit Ayan

 ialah penyakit saraf menahun yang memunculkan serangan mendadak berulang Epilepsi Atau Penyakit Ayan
Epilepsi atau Penyakit Ayan ialah penyakit saraf menahun yang memunculkan serangan mendadak berulang-ulang tak beralasan. Kata ‘epilepsi’ berasal dari bahasa Yunani (Epilepsia) yang berarti ‘serangan’.

Penyakit epilepsi ialah manifestasi klinis berupa muatan listrik yang berkelebihan di sel-sel neuron otak berupa serangan kejang berulang. Lepasnya muatan listrik yang berkelebihan dan mendadak, sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dalam/dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.

Penyebab Epilepsi

Penyebab epilepsi dapat dibagi menjadi dua bagian yakni epilepsi idiosari pati patik (tak diketahui pemicunya) dan epilepsi simtomatik (peyebab diketahui, misalnyanya tumor otak, paska trauma otak). Pengaruh factor genetik atau herediter memanglah ada tetapi kecil, biasanya termasuk pada yang idiosari pati patik.

Beberapa pemicu epilepsi antara lain: factor genetik/turunan (walaupun cenderung kecil antara 5-10 persen), kelainan pada mendekati-sesudah persalinan, cedera kepala, radang selaput otak, tumor otak, kelainan pembuluh darah otak, adanya genangan darah/nanah di otak, atau pernah merasakan operasi otak. Selain itu, setiap penyakit atau kelainan yang mengusik fungsi otak dapat pula mengakibatkan kejang. Bisa akibat trauma lahir, trauma kepala, tumor otak, radang otak, perdarahan di otak, hipoksia (kekurangan oksigen dalam jaringan), masalah elektrolit, masalah metabolisme, masalah peredarah darah, keracunan, alergi dan cacat bawaan.

Jenis Epilepsi

Jenis serangan kejang pada epilepsi sangatlah bermacam-macam, secara garis besar dibagi menjadi kejang parsial (lokal) dan kejang umum (general).

melingkupi, epilepsi tonik klonik (grandmal), epilepsi absans (petit mal), epilepsi parsial sederhana, epilepsi parsial komplek, epilepsi atonik, dan epilepsi mioklonik.

Epilepsi Bukan Penyakit Menular

Secara umum masyarakat di Indonesia salah mengartikan penyakit epilepsi. Akibatnya, penderita epilepsi seringkali dikucilkan. Padahal, epilepsi bukan termasuk penyakit menular, bukan penyakit jiwa, bukan penyakit yang diakibatkan “ilmu klenik”, dan bukan penyakit yang tak bisa disembuhkan.

Umumnya ayan mungkin diakibatkan oleh kerusakan otak dalam proses kelahiran, luka kepala, pitam otak (stroke), tumor otak, alkohol. Kadang-kadang, ayan mungkin juga karena genetika, tetapi ayan bukan penyakit keturunan. Tapi pemicu pastiinya tetap belum diketahui.

Gejala-gejala atau tanda-tanda penyakit ayan ini jikalau penyakit ini akan kambuh ialah penderita biasanya merasa pusing, pandangan berkunang-kunang, alat pendengaran kurang sempurna. Selain itu, keluar keringat berkelebihan dan mulut keluar busa. Sesaat selanjutnya, penderita jatuh pingsan diiringi dengan jeritan. Semua urat-urat mengejang, lengan dan tungkai menjulur kaku, tangan menggenggam dengan eratnya, acapkali lidah luka tergigit karena rahang terkatup rapat, si penderita susah bernafas dan muka merah atau kebiru-biruan. Selama terserang ayan, biasanya mata tertutup dan akhirnya tertidur pulas lebih dari 45 menit. Apabila telah bangun dan ditanya, tak lagi ingat apa-apa yang telah berlangsung atas dirinya. Serangan ayan yang demikian itu selalu tiba berulang-ulang.

Diagnosis

Hippocrates ialah orang pertama kali yang sukses mengidentifikasi gejala ayan sebagai masalah pada otak, roh jahat, dan sebagainya. Seseorang dapat disebutkan menderita ayan jikalau orang tersebut telah setaknya merasakan kejang yang bukan diakibatkan karena alkohol dan tekanan darah yang sangatlah rendah. Alat bantu yang dipergunakan biasanya ialah:

  • MRI (Magnetic resonance imaging) Menggunakan magnet yang sangatlah kuat untuk mendapatkan gambaran dalam tubuh/otak seseorang. Tidak mempergunakan Sinar-X. MRI lebih peka daripada CT Scan.
  • EEG (electroencephalography) alat untuk memeriksa gelombang otak.

Berapa orang yang punya epilepsi?
Setiap orang beresiko mendapat epilepsi. Satu dari 50 beresiko mendapat epilepsi. Pengguna narkotik dan peminum alkohol punya resiko lebih tinggi. Pengguna narkotik mungkin mendapat seizure (serangan kejang-kejang) pertama kali karena mempergunakan narkotik, tetapi selanjutnya mungkin akan terus mendapat seizure walaupun sudah lepas dari narkotik.

Di Inggris, satu orang di antara 131 orang menyindap epilepsi. Jadi setaknya 456000 penyindap epilepsi di Inggris.

Konsep yang salah perihal epilepsi
Dari jaman dulu, orang seringkali punya konsep yang salah perihal epilepsi. Kadang epilepsi dikira kemasukan roh, atau karena masturbasi.

Orang-orang populer dengan ayan

Ayan tak identik dengan orang yang merasakan keterbelakangan psikis. Berikut ini ialah sejumlah dari sekian banyak orang ternama yang menderita ayan.

  • Penulis: Dante, Moliere, Sir Walter Scott, Edgar Allan Poe, Lord Byron, Percy Bysshe Shelley, Alfred Lord Tennyson, Charles Dickens, Lewis Carroll, Fyodor Dostoevsky, Gustave Flaubert, Leo Tolstoy, Agatha Christie, Truman Capote.
  • Pemimpin Dunia: Alexander Agung, raja Makedonia, Julius Caesar, Napoleon Bonaparte, Harriet Tubman.
  • Olahragawan: Marion Clignet, Buddy Bell, Bobby Jones.

Pengobatan

Meski tak ada pengobatan yang betul-betul menyembuhkan epilepsi, dengan bantuan pengobatan yang benar, sekitar 80% anak-anak yang mengidap penyakit ini sanggup hidup normal.

“Kita tak punya obat untuk menyembuhkan epilepsi, dan malangnya terapi serangan mendadak praktis tak ada. Cuma ada cara bagaimana mengelola serangan itu,” kata William R. Turk, MD, Kepala Divisi Neurology di Nemours Children’s’ Clinic, Jacksonville, Florida. “Tapi pada anak, tetap ada potensi. Jika orangtua dapat ngasih pengobatan pas, serangan mendadak mungkin bisa dienyahkan.”

Pandangan yang selama ini berkembang, epilepsi ialah satu penyakit turunan yang menular dan tak bisa diobati. Ternyata hal ini dibantah oleh dua dokter anak yang ialah pakar saraf anak FKUI/RSCM Jakarta, yakni Dr. Hardiono S Pusponegoro, Sp A dan Dr. Irawan Mangunatmadja, Sp A. Menurut kedua pakar tersebut, epilepsi bisa disembuhkan dengan total dan cuma 1% dari total penyandang epilepsi di Indonesia yang diturunkan secara genetika atau keturunan. Dan deteksi serta perawatan yang dini bagi penyandang epilepsi, terutama sekali semenjak balita sangatlah efektif menyembuhkannya dari penyakit epilepsi secara total.

Sementara itu, ahli bedah saraf dari Universitas Diponegoro Zainal Muttaqin kepada Media mengatakankan, tindakan bedah saraf juga dapat dilaksanakan untuk menyembuhkan penyakit epilepsi.

Menurut Zainal, besarnya jumlah penyandang epilepsi di Indonesia belum diimbangi dengan penanggulangan menyeluruh. Penyandang epilepsi berkisar 1% dari total jumlah penduduk, atau sebanyak 2 juta jiwa. Sebanyak 70% di antaranya dapat disembuhkan dengan mempergunakan pengobatan secara teratur. Sementara 30% belum sanggup diobati dengan mengkonsumsi obat.

“Sebenarnya 30% penyandang epilepsi bisa dibantu melalui operasi bedah saraf, dengan tingkat kesuksesan 90%,” tuturnya. Masih menurutnya, bila pengidap epilepsi sedang kejang, maka sejumlah sel sarafnya merasakan kerusakan.

Dalam keadaan kejang, kata dia, penyandang epilepsi menahan nafas yang mengakibatkan otak kekurangan oksigen. Hal itu mengakibatkan 50 sel dari 10 miliar sel saraf mati. Dirisaukan, bila kejang berlangsung dalam frekuensi seringkali, maka jumlah sel yang rusak semakin terakumulasi.

Bedah saraf bagi penyakit epilepsi telah dimulai semenjak 15 tahun lalu di negara maju. Terutama epilepsi yang diakibatkan masalah pada otak samping atau lobus temporalis, dikenal dengan epilepsi psikomotorik. Di Jepang saja, setaknya 150 operasi dilaksanakan setiap tahunnya. Sementara itu, di Indonesia baru dimulai sekitar 1999.

Sumber: id.wikipedia.org; epilepsiindonesia.com; bima.ipb.ac.id/ anita/anak_kena_epilepsi.htm

Linked Posts:
TORCH Bisa Menyerang Siapa Saja | Autisme – Apa Yang Salah | Penyakit Parkinson | Penyakit Alzheimer | Propolis | Apa Itu Propolis ? | Propolis Bagi Kesehatan | Melia Propolis

0 Response to "Epilepsi Atau Penyakit Ayan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel