Pseudotumor Cerebri, Penyakit Langka Penyerang Kepala

Tahukah kamu
Dalam dunia medis banyak sekali ditemui bermacam macam penyakit yang langka dan aneh.ada penyakit yang sudah diketahui factor pemicunya,namun tak sedikit pula yang belum diketaui pemicunya.
Salah satu penyakit yang belum diketahui pemicunya ialah pseudotumor cerebri.
Apa itu pseudotumor cerebri?
Berikut ini pemaparan perihal pseudotumor cerebri.
Pseudotumor cerebri berlangsung ketika tekanan di dalam tulang tengkorak (intracranial pressure) meningkat tanpa pemicu yang jelas. Gejalanya mirip dengan tumor otak tetapi tak ditemukan tumor. Kondisi ini biasa disebut juga dengan idiopathic intracranial hypertension (IIH).
Pseudotumor cerebri banyak berlangsung pada anak-anak dan orang dewasa, tetapi yang paling seringkali merasakannya ialah wanita obesitas yang tengah produktif melahirkan anak.
Peningkatan tekanan intrakranial yang dihubungkan dengan pseudotumor cerebri juga dapat mengakibatkan pembengkakan saraf optik dan hilangnya penglihatan.
Factor pemicu
Para pakar menduga pseudotumor cerebri ada kaitannya dengan kelebihan jumlah cairan cerebrospinal di dalam tulang tengkorak.Selain itu, cairan yang dihasilkan oleh otak ini pada akhirnya akan terserap ke dalam aliran darah. Bisa jadi pusingkatan tekanan intrakranial yang mengakibatkan pseudotumor cerebri ini juga ialah akibat dari adanya masalah pada proses penyerapan tersebut.
Menurut sejumlah studi terbaru, sebahagian besar penderita pseudotumor cerebri diketahui merasakan penyempitan (stenosis) pada dua sinus besarnya di dalam otak (transverse sinuses). Namun peneliti juga belum percaya apa penyempitan itu ialah salah satu pemicu pseudotumor cerebri atau bukan.
Pengobatan
-Obat-obatan seperti obat glaukoma yakni acetazolamide, diuretik dan obat migrain.
- Operasi yakni optic nerve sheath fenestration dan pemasangan spinal fluid shunt.
Sumber: detik health

0 Response to "Pseudotumor Cerebri, Penyakit Langka Penyerang Kepala"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel