Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran

Hubungan Kafein bersama Terjadinya Keguguran Hubungan Kafein bersama Terjadinya Keguguran
Kafein
Artikel Informasi Hubungan Kafein bersama Terjadinya Keguguran - Wanita hamil akan lebih baik mengelaki minuman kopi atau berkafein karena berpedoman hasil riset terbaru konsumsi kafein dapat memperbesar resiko merasakan keguguran.

Hasil riset terbaru yang dipublikasikan American Journal of Obstetrics and Gynaecology mengungkapkan bahwasanya konsumsi kopi - bahkan dalam tingkat moderat di awal masa kehamilan - dapat menambah berkemungkinan keguguran.

Food Standards Agency sebenarnya telah memberi batas tertinggi untuk konsumsi kafein selama hamil yakni sekitar 300mg atau sebanding dengan empat cangkir kecil kopi setiap hari. Namun dari riset terungkap fakta bahwasanya wanita hamil yang mengkonsumsi lebih dari 200mg kafein setiap hari merasakan pusingkatan resiko hingga dua kali lipat ketimbang yang tak mengkonsumsinya.

Sejauh ini, ada tiga factor resiko yang dikenal dapat merangsang berlangsungnya keguguran seperti usia saat kehamilan, sejarah merasakan keguguran, serta infertilittas. Namun pemicu utama keguguran belum semuanya dapat difahami oleh para ahli kesehatan. Kafein sendiri ialah factor resiko yang kerap diperdebatkan, tetapi sejumlah riset menunjukan hasil yang bertolak belakang.

Untuk riset yang paling mutakhir ini, Dr De-Kun Li dan koleganya di Kaiser Permanente Division of Research, melihat lebih dalam 1.063 wanita yang baru memasuki usia kehamilan satu hingga dua bulan. Peneliti meminta para wanita untuk membikin catatan harian menyangkut asupan kafein dari awal masa hamil hingga minggu ke-20.

Ketika peneliti membandingkan info ini dengan jumlah wanita yang merasakan keguguran hingga 20 minggu kehamilan, tercatat 172 wanita mempunyai kaitan dengan kafein. Perbandingan antara yang tak mengkonsumsi kafein dengan wanita yang mengkonsumsi hingga 200mg kafein sehari dari segi pusingkatan resikonya mencapai 15% versus 12%. Sedangkan wanita yang meminum lebih dari 200mg resikonya mencapai 25%.

"Pesan utama buat para wanita hamil dari temuan ini ialah mereka mungkin semestinya menimbang untuk menghentikan konsumsi kafein selama kehamilan," ungkap Dr Li.

Menurut peneliti, asupan kafeine dapat merasakan plasenta hingga masuk kandungan. Namun belum jelas bagaimana kafein dapat memdampaki perkembangan bayi.

Para ahli mengatakankan bahwasanya mereka siap mereview kembali riset ini jikalau ada saran untuk mengubahnya. Namun Pat O'Brien, konsultan kebidanan dan jurubicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, mengatakankan timbulnya temuan ini membikin pihaknya mesti menyarankan para wanita hamil untuk mengelaki kafein dalam 12 minggu pertama kali kehamilan.

"Masa 12 minggu pertama kali kehamilan ialah periode yang sangatlah beresiko untuk bayi. Pada tahap inilah kasus keguguran seringkalikali berlangsung," ujarnya.

Ia menambahkan, sebahagian besar wanita di awal masa kehamilan juga akan lebih baik mengelaki minuman-minuman beraroma kafein dan seringkalikali memanglah susah untuk membikin mereka pantang menikmatinya. Namun begitu,O'Brien mengakui pula bahwasanya hingga saat ini belum jelas apa wanita hamil wajib mengelaki kafein pada masa-masa hamil tua - Hubungan Kafein bersama Terjadinya Keguguran.

0 Response to "Hubungan Kafein Dengan Terjadinya Keguguran"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel