Beberapa Kondisi Yang Tidak Boleh Melakukan Olahraga

Demam Beberapa Kondosi Yang Tidak Boleh Melaksanakan Olahraga Beberapa Kondisi Yang Tidak Boleh Melaksanakan Olahraga
Sakit Demam
Artikel Informasi (KIA) Beberapa Kondisi Yang Tidak Boleh Melaksanakan Olahraga - Olahraga memanglah baik untuk tubuh, tetapi belum tentu saja selalu baik. Olahraga bisa memperburuk rasa sakit dan nyeri. Ada baiknya mengetahui kapankah tubuh mengelaki berolahraga atau kapankah saatnya perlu melaksanakan olahraga.

"Kuncinya ialah merasakan keadaan tubuh dan memperhatikanlah isyarat yang diberikan, maka seseorang dapat memutuskan apa dirinya dapat melaksanakan olahraga yang pas saat itu," kata Katie Rothstein, MS, ahli fisiologi olahraga Cleveland Clinics.

Seperti dilansir WebMD, Senin (23/4/2012), berikut ialah keadaan-keadaan di mana tubuh tak boleh melaksanakan olahraga.

Demam
"Demam berlangsung karena sistem kekebalan tubuh sedang berusaha memberantas infeksi. Maka, tubuh akan lebih baik mengelaki tekanan yang diakibatkan dari olahraga," kata Stephen Rice, MD, PhD, anggota American College of Sports Medicine dan direktur Jersey Shore University Medical Center di Neptune, New Jersey.

Jika memaksakan diri berolahraga, berberhati-hatilah supaya tak merasakan kelelahan dan dehidrasi karena cairan tubuh menurun saat tubuh demam. Olahraga yang dilaksanakan juga tak akan optimal karena demam menambah laju jantung saat istirahat.

Pilek dan flu
Para ahli mengatakankan bahwasanya olahraga dalam intensitas sedang masihlah diperbolehkan saat terserang pilek biasa. Jika mengunjungi tempat fitness saat terserang flu, gunakan pembersih tangan dan sekalah permukaan alat yang tersentuh sehingga tak beresiko menulari orang lain. Flu yang diikuti demam jelas akan menjadi makin buruk jikalau ditambah dengan berolahraga.

Asma
Jika serangan asma diakibatkan oleh infeksi pernapasan, jangan berolahraga selama sejumlah hari dan periksa ke dokter jikalau gejala terus berlangsung. Jika dokter sudah membolehkan berolahraga dan asma sudah dapat dikendalikan dengan baik, maka barulah boleh berolahraga.

Mulailah laksanakan olahraga secara perlahan dan laksanakan pemanasan selama 10 menit. Hentikan aktivitas jikalau tak dapat mengatur napas atau merasa lelah dan lemah. Yang terpenting, selalu sediakan pengobatan.

Baru saja merasakan gegar otak
Jangan berolahraga sampai dokter membolehkan. Gegar otak ialah cedera otak traumatis dan otak perlu waktu supaya dapat betul-betul sembuh.

"Jika kepala merasakan cedera karena olahraga sebelum cedera akibat gegar otak sudah sembuh benar, otak lebih beresiko merasakan kerusakan akibat pembengkakan," kata Rice.

Cedera lama yang kumat kembali
Apabila cedera lama akibat olahraga kambuh lagi, segera temui dokter. Gangguan ini biasanya bukan pertanda baik, terutama sekali jikalau rasa sakit terus dirasakan selama beraktivitas. Nyeri mendadak membutuhkan perhatian medis dengan segera.

Tidak tidur semalaman dan terlalu lelah untuk berolahraga
Olahraga pagi mungkin diperlukan sesudah semalaman begadang dan perlu menambah energi. Tapi jikalau tubuh terasa sangatlah lelah, jangan berolahraga dan jikalaulau perlu temui dokter. Kelelahan yang ekstrim dapat menjadi pertanda penyakit.

Merasa sakit saat terakhir kali berolahraga
Jangan berolahraga sebelum menemui dokter untuk mengetahui dan menangani cedera. Jika memaksakan diri berolahraga, bisa jadi membikin cedera makin parah. Meskipun rasa nyeri bisa mereda sesudah berolahraga, ada berkemungkinan berolahraga akan memperburuk nyeri yang dirasakan sebelumnya.

Punggung sakit
Perhatikan apa yang membikin rasa sakit mereda atau justru memburuk. Cobalah untuk mengelaki gerakan-gerakan yang merangsang rasa sakit supaya cepat sembuh. Jika rasa sakit berlanjut atau mengusik aktivitas sehari-hari, pergilah ke dokter.

Otot sakit
Ketika otot merasa sakit, boleh-boleh saja berolahraga, tetapi akan lebih baik laksanakan dalam intensitas ringan seperti berjalan. Sebaiknya jangan berolahraga dan perbanyak istirahat jikalau rasa sakit yang dirasakan menjadi parah. Jika otot sakit diakibatkan terlalu banyak berolahraga, mengelaki olahraga untuk sementara waktu akan membikin otot sembuh lebih cepat.

Hamil
Tanyakan kepada dokter menyangkut program olahraga yang aman. Yoga, berenang, berjalan, dan olahraga intensitas rendah dapat sangatlah berguna selama kehamilan. Pastikan untuk tetap terhidrasi, istirahat yang cukup dan hindari panas. Hindari olahraga yang menekan punggung dan perut. - Beberapa Kondisi Yang Tidak Boleh Melaksanakan Olahraga.

0 Response to "Beberapa Kondisi Yang Tidak Boleh Melakukan Olahraga"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel