Anak Lebih Cerdas Jika Cinta Orangtua

 Artikel Informasi  Anak Lebih Cerdas Jika Cinta Orangtua  Anak Lebih Cerdas Jika Cinta Orangtua
Anak Cinta Orangtua
Artikel Informasi Anak Lebih Cerdas Jika Cinta Orangtua - Dulu setiap anak yang mempunyai penyakit psikis, dari depresi, skizofrenia hingga autisme maka salah satu yang disalahkan ialah peran ibu yang kurang. Tapi belakangan diketahui cinta orangtua memanglah menjadi kunci perkembangan otak anak.

Meski sebenarnya, selain peran orangtua dalam mendampingi perkembangan anak, factor genetik juga mengakibatkan ketakseimbangan kimia di otak.

Selama dekade terakhir serangkaian penemuan-penemuan ilmiah telah menunjukan bahwasanya factor biologi setaknya sama porsinya dengan factor lingkungan dan factor genetik dalam memdampaki penyakit psikis pada anak. Factor lingkungan tunggal yang paling kuat ialah cinta yang anak terima dari orang tua.

Hal tersebut ialah tinjauan dari banyak studi yang telah dilaksanakan menyangkut penyakit psikis pada anak. Dalam satu riset baru dalam Prosiding National Academy of Sciences menunjukan bagaimana peran orang tua tak cuma merubah hati dan pikiran, tetapi juga otak anak.

Anak lebih cerdas jikalau cinta orangtua. Penelitian tersebut dilaksanakan oleh para peneliti di Washington University di St Louis dengan melibatkan 92 anak berusia 3-6 tahun. Penelitian tersebut mengamati peran orang tua dalam menolong anaknya melawan tugas yang agak membikin stres yang memanglah dirancang untuk serupa stres dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa tahun selanjutnya, rata-rata anak mempunyai ukuran area otak yang disebut hippocampus yang diukur dengan mempergunakan pencitraan resonansi magnetik (MRI). Pengamatan pada riset ini dilaksanakan dengan menimbang berbagai macam macam factor yang dapat memdampaki ukuran hippocampus.

Para peneliti mendapatkat bahwasanya anak dengan peran ibu yang lebih baik dalam menolong anak melawan stres sehari-hari, mempunyai hippocampus yang kentara lebih besar. Anak yang mempunyai hippocampus kecil akan merasakan pusingkatan resiko untuk masalah depresi dan masalah stres pasca trauma pada penyakit Alzheimer.

"Jika dalam keadaan depresi, serta mempunyai hippocampus kecil dapat diperkiraan bahwasanya tak akan merespons untuk antidepresan diperbandingkan dengan orang yang mempunyai hippocampus yang besar. Memiliki hippocampus kecil menambah resiko untuk segala macam masalah psikis," kata Dr. Charles Raison, seorang profesor psikiatri dari University of Arizona, Tucson seperti dilansir dari CNNHealthNews, Selasa (13/3/2012).

Hal tersebut juga berlaku untuk merokok seperti pada anak yang dengan penyalahgunaan narkoba karena kurang perhatian dari orangtua. Selain untuk menjaga terhadap penyakit otak, volume hippocampus yang besar juga sangatlah diperlukan karena ialah daerah otak yang memainkan peran besar dalam pengelolaan stres dan tekanan hidup sehari-hari.

Hippocampus sangatlah penting bagi kapasitas untuk membentuk dan menyimpan kenangan pribadi. Hal tersebut juga ialah masalah pokok untuk respons stres dan respons inflamasi. Kedua hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan yang kentara pada organ tubuh dan otak jikalau tak dikelola dengan baik.

Sehingga ekspresi cinta dari orang tua sama kuatnya dengan gen dan bahan kimia yang membawa kecenderungan untuk masalah psikis pada anak. Otak manusia memanglah sangatlah kompleks, sehingga setiap hasil dari fungsi otak tak cuma didampaki oleh factor tunggal. Namun proses tersebut ialah kombinasi factor dari gen, bahan kimia dan lingkungan - Anak Lebih Cerdas Jika Cinta Orangtua.

0 Response to "Anak Lebih Cerdas Jika Cinta Orangtua"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel