Penyakit Gagal Ginjal : Gejala, Pengobatan, Pencegahan Gagal Ginjal

Beberapa Pengertian Penyakit Batu Ginjal.  Pengertian Penyakit Gagal Ginjal di dalam saluran kemih (kalkulus uriner) ialah massa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa mengakibatkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (batu ginjal) maupun di dalam kandung kemih (batu kandung kemih). Proses pembentukan batu ini disebut urolitiasis (litiasis renalis, nefrolitiasis).

Penyakit Gagal Ginjal ialah suatu penyakit di mana fungsi organ ginjal merasakan penurunan hingga akhirnya tak lagi sanggup bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pemcampakkanan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan senyawa kimia tubuh seperti sodium dan kalium di dalam darah atau produksi urine.

Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka di mana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih seringkali dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.

Gejala Penyakit Gagal Ginjal

Terjadinya gagal ginjal diakibatkan oleh sejumlah penyakit serius yang didedrita oleh tubuh yang mana secara lambat-lambat berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun sejumlah penyakit yang seringkali kali berdampak kerusakan ginjal di antaranya :
  1. Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)
  2. Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
  3. Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)
  4. Kelainan autoimun, misalnyanya lupus eritematosus sistemik
  5. Menderita penyakit kanker (cancer)
  6. Kelainan ginjal, di mana berlangsung perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
  7. Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.
Beberapa Pengertian Penyakit Batu Ginjal Penyakit Gagal Ginjal : Gejala, Pengobatan, Pencegahan Gagal GinjalAdapun penyakit lainnya yang juga dapat mengakibatkan kegagalan fungsi ginjal jikalau tak cepat ditangani antara lain ialah ; Kehilangan carian banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hesari pati patitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis.

Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk di mana ginjal sama sekali tak lagi sanggup bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.

Batu, terutama sekali yang kecil, bisa tak memunculkan gejala. Batu di dalam kandung kemih bisa mengakibatkan nyeri di perut bagian bawah. Batu yang menyumbat ureter, pelvis renalis maupun tubulus renalis bisa mengakibatkan nyeri punggung atau kolik renalis (nyeri kolik yang hebat). Kolik renalis ditandai dengan nyeri hebat yang hilang-muncul, biasanya di daerah antara tulang rusuk dan tulang pinggang, yang menjalar ke perut, daerah kemaluan dan paha sebelah dalam. Gejala lainnya ialah mual dan muntah, perut menggelembung, demam, menggigil dan darah di dalam air kemih. Penderita mungkin menjadi seringkali berkemih, terutama sekali saat batu merasakan ureter. Batu bisa mengakibatkan infeksi saluran kemih. Jika batu menyumbat aliran kemih, bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul di atas penyumbatan, sehingga berlangsunglah infeksi. Jika penyumbatan ini berlangsung lama, air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal, mengakibatkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa berlangsung kerusakan ginjal.

Adapun tanda dan gejala berlangsungnya gagal ginjal yang dirasakan penderita secara akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, seringkali kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.

Sedangkan tanda dan gejala yang mungkin muncul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak nafas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.

Diagnosa Penyakit Gagal Ginjal

Seorang Dokter sesudah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang muncul, untuk menentukan adanya/berlangsungnya kegagalan fungsi ginjal maka Beliau akan melaksanakan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada berkemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal. Apabila dicurigai berlangsungnya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).

Selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan laboratorium baik darah ataupun urine guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus tertentu saja tim medis mungkin melaksanakan pemasangan selang kateter kedalam kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine. Bila diperlukan, Tim medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada berkemungkinan dilaksanakannya tindakan biopsy, yakni pengambilan contoh (sample) jaringan ginjal.
Batu yang tak memunculkan gejala, mungkin akan diketahui secara tak sengaja pada pemeriksaan analisis air kemih rutin (urinalisis). Batu yang mengakibatkan nyeri biasanya didiagnosis berpedoman gejala kolik renalis, diikuti dengan adanya nyeri tekan di punggung dan selangkangan atau nyeri di daerah kemaluan tanpa pemicu yang jelas. Analisa air kemih mikroskopik bisa menunjukan adanya darah, nanah atau kristal batu yang kecil. Biasanya tak perlu dilaksanakan pemeriksaan lainnya, kecuali jikalau nyeri menetap lebih dari sejumlah jam atau diagnosisnya belum pastii. Pemeriksaan tambahan yang bisa menolong menegakkan diagnosis ialah pengumpulan air kemih 24 jam dan pengambilan contoh darah untuk menilai kadar kalsium, sistin, asam urat dan bahan lainnya yang bisa mengakibatkan berlangsungnya batu. Rontgen perut bisa menunjukan adanya batu kalsium dan batu struvit. Pemeriksaan lainnya yang mungkin perlu dilaksanakan ialah urografi intravena dan urografi retrograd.

Pengobatan Penyakit Gagal Ginjal

Penanganan serta pengobatan gagal ginjal terkait dari pemicu berlangsungnya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan ialah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan melambatkan perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melaksanakan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui pemicunya ialah dampak penyakit lain, maka dokter akan ngasih obat-obatan atau therapy misalnyanya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi.

Seseorang yang merasakan kegagalan fungsi ginjal sangatlah perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilaksanakan secara baik. Dalam sejumlah kasus serius, Pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya ialah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transpsesudah itui ginjal.

Batu kecil yang tak mengakibatkan gejala, penyumbatan atau infeksi, biasanya tak perlu diobati. Minum banyak cairan akan menambah pembentukan air kemih dan menolong memcampakkan sejumlah batu; jikalau batu telah tercampakkan, maka tak perlu lagi dilaksanakan pengobatan segera. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik. Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 sentimeter atau kurang seringkalikali bisa dipecahkan oleh gelombang ultrasonik (extracorporeal shock wave lithotripsy, ESWL). Pecahan batu selanjutnya akan dicampakkan dalam air kemih. Kadang satu batu diangkat melalui suatu kitatan kecil di kulit (percutaneous nephrolithotomy, nefrolitotomi perkutaneus), yang diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu kecil di dalam ureter bagian bawah bisa diangkat dengan endoskopi yang dimasukkan melalui uretra dan masuk ke dalam kandung kemih. Batu asam urat kadang akan larut secara berangsur-angsur pada suasana air kemih yang basa (misalnyanya dengan ngasih kalium sitrat), tetapi batu lainnya tak dapat di atasi dengan cara ini. Batu asam urat yang lebih besar, yang mengakibatkan penyumbatan, perlu diangkat melalui pembedahan. Adanya batu struvit menunjukan berlangsungnya infeksi saluran kemih, karena itu diberikan antibiotik.

Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal

Tindakan pencegahan pembentukan batu terkait kepada komposisi batu yang ditemukan pada penderita. Batu tersebut dianalisis dan dilaksanakan pengukuran kadar bahan yang bisa mengakibatkan berlangsungnya batu di dalam air kemih.

Batu kalsium

Sebagian besar penderita batu kalsium merasakan hiperkalsiuria, di mana kadar kalsium di dalam air kemih sangatlah tinggi. Obat diuretik thiazid (misalnyanya trichlormetazid) akan mengurangi pembentukan batu yang baru.
  1. Disarankan untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari).
  2. Diet rendah kalsium dan mengkonsumsi natrium selulosa fosfat.
Untuk menambah kadar sitrat (senyawa penghambat pembentukan batu kalsium) di dalam air kemih, diberikan kalium sitrat. Kadar oksalat yang tinggi dalam air kemih, yang menyokong terbentuknya batu kalsium, ialah akibat dari mengkonsumsi makanan yang kaya oksalat (misalnyanya bayam, coklat, kacang-kacangan, merica dan teh). Oleh karena itu akan lebih baik asupan makanan tersebut dikurangi. Kadang batu kalsium terbentuk akibat penyakit lain, seperti hiperparatiroidisme, sarkoidosis, keracunan vitamin D, asidosis tubulus renalis atau kanker. Pada kasus ini akan lebih baik dilaksanakan pengobatan terhadap penyakit-penyakit tersebut.

Batu asam urat
Disarankan untuk mengurangi asupan daging, ikan dan unggas, karena makanan tersebut mengakibatkan meningkatnya kadar asam urat di dalam air kemih. Untuk mengurangi pembentukan asam urat bisa diberikan allopurinol. Batu asam urat terbentuk jikalau keasaman air kemih bertambah, karena itu untuk menghasilkan suasana air kemih yang alkalis (basa), bisa diberikan kalium sitrat. Dan sangatlah disarankan untuk banyak minum air putih.

Tindakan Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal

Kita yang dalam keadaan "merasa sehat" setaknya kita harapkan dapat melaksanakan pemeriksaan kedokter/kontrol/laboratorium. Sedangkan bagi mereka yang disebutkan merasakan masalah Ginjal, baik ringan atau sedang kita harapkan berberhati-hati dalam mengkonsumsi oabat-obatan seperti obat rematik, antibiotika tertentu saja dan jikalau terjangkit segera diobati, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik.

Sumber : wikipedia.org, www.infopenyakit.com, www.medicinenet.comArtikel perihal Kesehatan.  Semoga artikel ini berguna.  Terima kasih.

0 Response to "Penyakit Gagal Ginjal : Gejala, Pengobatan, Pencegahan Gagal Ginjal"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel